Apr 16, 2026 | Informasi Umum, Prestasi Guru
Hong Kong, 12 April 2026 – Pendidikan jenjang menengah pertama merupakan masa transisi krusial bagi siswa untuk membangun pola pikir kritis dan kepemimpinan. Menyadari hal tersebut, SMP Taruna Bakti terus memperkuat fondasi pendidikannya di level internasional. Kepala SMP Taruna Bakti berpartisipasi dalam International Baccalaureate Middle Years Programme (IB MYP) Head of School Workshop yang dilaksanakan di Christian Alliance International School (CAIS), Hong Kong pada tanggal 10 – 12 April 2026.
Keikutsertaan dalam workshop ini menjadi bukti nyata bahwa SMP Taruna Bakti tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga serius dalam mengadopsi kerangka kerja pendidikan terbaik dunia untuk mencetak generasi yang literat, kreatif, dan memiliki kesadaran global.
Fokus pada Pengembangan Karakter dan Kemandirian Siswa
IB MYP dikenal sebagai kurikulum yang sangat relevan untuk siswa usia 11–16 tahun karena menekankan pada interdisciplinary learning (belajar lintas mata pelajaran). Dalam workshop tersebut, para pemimpin sekolah mendalami strategi untuk:
- Encouraging Inquiry: Mendorong siswa untuk berani bertanya dan mencari solusi atas masalah nyata di sekitar mereka.
- Service as Action: Mengajarkan siswa untuk menerapkan apa yang mereka pelajari di kelas dalam bentuk aksi nyata bagi masyarakat.
- Holistic Development: Menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dengan empati serta kesehatan mental siswa.
“Melalui workshop MYP ini, kami ingin memastikan bahwa di SMP Taruna Bakti, belajar bukan lagi tentang menghafal, melainkan tentang memahami ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ ilmu tersebut berguna bagi dunia,” ungkap Taryono, M.Pd., Kepala SMP Taruna Bakti.
Apa itu International Baccalaureate (IB)?
International Baccalaureate (IB) merupakan kerangka kurikulum pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan siswa secara utuh, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga karakter, kepedulian global, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Siswa akan mulai terbiasa dengan pola pikir riset dan analisis yang menjadi fondasi penting untuk mempersiapkan diri ketika nanti di tingkat SMA hingga universitas. Di saat yang sama, proses pembelajaran juga diarahkan pada pengembangan keterampilan communication, collaboration, dan self-management, yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Lingkungan belajar pun terus diupayakan menjadi ruang yang terbuka, saling menghargai perbedaan, serta mendorong perspektif global.
Sejalan dengan hal tersebut, Werner Paetzold, Workshop Leader of IB MYP menekankan pentingnya pendekatan konseptual dalam pembelajaran.
“Conceptual understanding encourages students to think deeply, make meaningful connections, and engage with learning beyond surface knowledge.” tuturnya.
Menguatkan Komitmen dalam Pengembangan Pendidikan
Langkah ini menjadi bagian dari upaya SMP Taruna Bakti untuk terus berkembang sebagai sekolah yang adaptif dan terbuka terhadap pembaruan, sejalan dengan visi dan misi Yayasan Taruna Bakti yang telah berdiri sejak 1956 dalam menghadirkan pendidikan berkualitas di Kota Bandung. Dengan dukungan dan kolaborasi seluruh tenaga pendidik, Yayasan Taruna Bakti senantiasa berupaya memperluas wawasan hingga ke tingkat internasional, agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar terbaik, baik di tingkat nasional maupun global.
Partisipasi dalam IB MYP Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah bersama bagi sekolah, orang tua, dan siswa dalam menyambut masa depan pendidikan yang lebih terbuka, inovatif, dan inspiratif.
Oct 16, 2025 | Ekstrakurikuler, Informasi Umum, Prestasi Siswa

SMP Taruna Bakti kembali meraih prestasi pada cabang olahraga cheerleading di Bangkok, Thailand pada 12 – 14 September 2025 lalu. Acara ini merupakan kejuaraan terbesar di Asia yang bertajuk “ICU Asian Cheerleading Championship 2025” dan “International Cheer Challenge 2025”. Tim “CHARTS” yang menjadi nama tim cheerleader SMP Taruna Bakti meraih medali perunggu dalam kategori Team Cheer All Girl Median.

Ajang kejuaraan cheers diselenggarakan oleh Asian Cheer Union (ACU) dan International Cheer Union (ICU) yang menaungi olahraga cheerleading di Asia dan dunia. Acara ini diikuti oleh ribuan atlet dari 12 negara, diantaranya China Taipei, Filipina, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, Pakistan, Republik Rakyat Tiongkok, Thailand, dan Vietnam.

May 24, 2025 | Informasi Umum, Kegiatan, OSIS SMP Taruna Bakti
Bandung, 21 Mei 2025 – Seluruh pengurus MPK dan OSIS SMP Taruna Bakti hari ini antusias mengikuti Seminar Cyberbullying yang diselenggarakan berkat kolaborasi apik dengan sekumpulan mahasiswa dari Universitas Telkom Bandung. Bertempat di Aula Taruna Bakti, acara ini bertujuan mengedukasi siswa tentang bahaya dan cara menghadapi cyberbullying, sebuah fenomena yang kian marak di era digital.

Kolaborasi SMP Taruna Bakti dengan Universitas Telkom Bandung (dok. MPK)
Mengenal Lebih Dekat Ancaman Cyberbullying di Dunia Maya
Seminar ini dibuka dengan pembahasan mendalam mengenai apa itu bullying, dengan fokus utama pada cyberbullying yang terjadi di media sosial atau platform online. Narasumber menjelaskan bahwa cyberbullying sangat mudah dilakukan namun sulit ditangani karena seringkali pelakunya bersifat anonim.
Peserta seminar mendapatkan pemahaman komprehensif tentang berbagai bentuk cyberbullying, seperti doxing (penyebaran data pribadi), pengiriman pesan menghina atau mengancam, hingga penyebaran foto memalukan tanpa izin korban. Tak hanya itu, seminar juga mengulas penyebab cyberbullying, seperti pengaruh lingkungan, masalah pribadi, dan keinginan untuk menyakiti orang lain.

Kegiatan Seminar Pengurus MPK-OSIS “Cyberbullying” (dok. MPK)
Dampak Serius dan Strategi Menghadapi Cyberbullying
Salah satu bagian terpenting dari seminar ini adalah penjelasan mengenai dampak-dampak serius yang ditimbulkan oleh cyberbullying. Dampak tersebut meliputi:
- Dampak sosial: tidak percaya diri, suka menyendiri, tidak mau bergaul.
- Dampak akademis: prestasi menurun, fokus belajar terganggu, niat belajar menurun.
- Dampak psikologis: stres, cemas, depresi.
- Dampak fisik: kekurangan tidur, nafsu makan berkurang, tubuh lemas.
Narasumber juga memaparkan cara-cara efektif dalam menghadapi aksi cyberbullying:
- Menghiraukan pesan negatif atau mengganggu dari pembuli.
- Menyimpan bukti kuat seperti tangkapan layar (screenshot) atau rekaman layar.
- Memblokir akun yang dirasa mengganggu dan melaporkannya kepada pihak media sosial terkait.
Para peserta seminar juga disadarkan akan realitas pahit melalui beberapa kasus korban cyberbullying yang sampai mengakhiri hidupnya karena dibully terus-menerus.
Pentingnya Bijak Bermedia Sosial Demi Masa Depan
Kegiatan ini secara tidak langsung mengingatkan para remaja untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jejak digital sangat cepat menyebar dan sulit untuk dihapus, sehingga penting untuk berhati-hati dalam setiap tindakan di platform digital.
Acara ditutup dengan sesi interaktif pembagian hadiah, di mana MC memberikan pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan oleh narasumber, menambah semangat dan partisipasi siswa.

Poto Bersama Perngurus MPK-OSIS dengan Dosen, Para Mahasiswa Universitas Telkom Bandung (dok. MPK)
Pesan Kunci: Berbuat Baik atau Diam adalah Pilihan Terbaik
Bullying dalam bentuk apapun, baik di dunia nyata maupun media sosial, adalah tindakan negatif dan berbahaya. Dampak yang ditimbulkannya bisa sangat fatal, bahkan hingga membuat korban stres, depresi, dan mengambil keputusan tragis untuk mengakhiri hidup.
Oleh karena itu, pesan utama yang ingin disampaikan adalah selalu berbuat dan berbicara baik terhadap orang lain. Jika tidak bisa berbuat atau berbicara baik, hal yang paling tepat adalah diam, bukan menyakiti. Semoga seminar ini memberikan bekal penting bagi seluruh pengurus MPK & OSIS SMP Taruna Bakti untuk menjadi generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab di dunia maya. (Penulis : Ketut Maesa Harta Pradnyana – OSIS)
May 20, 2025 | Informasi Umum, Kegiatan, Prestasi Siswa

Para siswa SMP Taruna Bakti poto bersama di arena pertunjukan Saung Angklung Udjo (dok. Riska Nurasyiah)
Bandung, [19/05/2025] – SMP Taruna Bakti sukses menyelenggarakan kegiatan kunjungan budaya ke Saung Angklung Udjo, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menanamkan kecintaan dan apresiasi terhadap seni dan budaya Sunda di kalangan siswa. Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran bakat-bakat siswa dalam salah satu pertunjukannya.
Siswa kelas 8 melaksanakan kunjungan pada Senin, 19 Mei 2025, sementara siswa kelas 9 mengikuti kegiatan ini pada Kamis, 22 Mei 2025. Rombongan siswa kelas 8 menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang acara.
Rangkaian Acara Penuh Warna
Di Saung Angklung Udjo, para siswa disuguhkan dengan beragam pertunjukan dan pengalaman yang interaktif:
- Pertunjukan Wayang Golek yang memukau. Yang lebih membanggakan, dalang di balik pertunjukan ini adalah Sangjagatnata Atma Wisesa Angganasastra, seorang siswa berbakat dari kelas 7B SMP Taruna Bakti! Penampilannya berhasil memukau para siswa.
- Pertunjukan tari daerah yang anggun dan dinamis, menampilkan kekayaan seni tari Nusantara.
- Pertunjukan Angklung yang harmonis, diikuti dengan sesi praktik bermain angklung secara langsung. Ini memberikan kesempatan bagi para siswa untuk merasakan sensasi bermain alat musik tradisional ini.
Kehadiran Jajaran Pimpinan dan Guru

Ibu Detty Nurwendah, M.Pd. beserta Panitia Guru dan Walikelas 8 (dok. Riska Nur Asyiah)
Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran pimpinan dan guru SMP Taruna Bakti, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap program pengembangan budaya siswa:
- Bu Detty Nurwendah, M.Pd. (Kepala Sekolah)
- Bu Riska Nurasyiah, S.S. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan)
- Bu Fiena Intan Rahmani Putri, S.Pd. (Ketua Pelaksana Kegiatan)
- Serta Panitia Guru dan 9 orang Walikelas 8 yang turut mendampingi dan membimbing siswa selama kunjungan.
“Kami sangat bangga dengan partisipasi aktif siswa, terutama penampilan luar biasa dari Sangjagatnata,” ujar Bu Fiena Intan Rahmani Putri, S.Pd. “Kunjungan ini bukan hanya tentang edukasi budaya, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan dan menunjukkan bakat mereka.”
Diharapkan, pengalaman berharga di Saung Angklung Udjo ini akan semakin memperkaya wawasan budaya siswa SMP Taruna Bakti dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap warisan seni dan budaya Indonesia.